Naik Bus Raya
Naik BUs Raya

Tetap Naik Bus Raya Tidak Perlu Bertengkar Seperti Ini.

Diposting pada

Ayonaikbis.com – Inilah kronologis keributan antar Raya Fans Community (RFC) dengan penumpang dari PJKA yang naik bus Raya ,yang sempat memanas.

Hampir setiap perusahaan bus saat ini memiliki penggemar, yang biasa disebut dengan PO Mania atau ada juga yang menyebutnya Bismania bagi penggemar semua bus.

Dan hampir rata-rata PO di pulau jawa memiliki penggemar atau mania sebagai contoh:

Tentunya dengan adanya komunitas penggemar atau mania memiliki beberapa keuntungan dan kerugian bagi perusahaan.

Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dengan hadirnya penggemar bus mereka adalah media promosi dan branding paling murah dan cepat, karena sesama penggemar agar terus berbagi informasi terbaru.

Selain itu juga dengan hadirnya penggemar bus perusahaan dapat diuntungkan karena penggemar bus tersebut akan menjadi pelanggan setia operator tersebut.

Bus Raya Solo
Bus Raya Solo

Naik Bus Raya Tidak Perlu Bertengkar

Operator yang terkenal dengan livery warna putih dengan garis merah ini banyak melayani perjalanan dari Jakarta menuju Solo yang sudah terkenal trayek paling banyak penggunanya.

Baca : Sejarah PO Raya

Nah pada waktu yang lalu terjadi sebuah keributan antara sesama pengguna bus Raya untuk jurusan Jakarta – Solo (PP), keributan ini tentunya bermula dari kesalahpahaman.

Kronologis

Kronologis keributan antara RFC dengan Karyawan PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) bermula saat karyawan PJKA yang secara reguler seminggu sekali bloking unit bus dari PO. Raya yang digunakan untuk pulang ke Solo.

Bus yang digunakan berkapasitas 36 seat yang biasanya digunakan untuk PP Jakarta Solo setiap jumat malam dan minggu untuk kembali ke Jakarta.

Penjelasan Versi Karyawan PJKA

Mereka menggunakan bus Raya sesuai prosedur dalam arti hanya membeli tiket secara rombongan dan harga juga sesuai ketentuan operator.

Pembelian tiket dilakukan secara rombongan dengan mendatangi langsung agen bus Raya dengan ketentuan dari management booking harus dilakukan min H – 2 Minggu sebelum hari keberangkatan.

Pada waktu yang lalu karena banyaknya karyawan PJKA yang ingin pulang bersama maka satu unit bus Raya tidak cukup sehingga perlu menggunakan bus tambahan.

Namun pada bus tambahan tersebut jumlah penumpang kurang kuota sehingga dari beberapa anggota rombongan tersebut berinisiatif untuk mempromosikan kedalam group RFC.

Dengan mempromosikan didalam group RFC harapannya ada member dalam grup RFC yang mungkin ingin ikut serta bergabung dalam bus yang sudah dibooking tersebut.

Namun menurut informasi ada beberapa anggota group RFC tersebut yang tidak kebagian tiket sehingga mengeluhkan dan menganggap kegiatan yang dilakukan rombongan PJKA tersebut membuatnya kesal.

Sampai pada akhirnya muncul notifikasi dari admin group RFC tentang sikap dengan kejadian tersebut.

Penjelasan Versi RFC (Sikap)

Menanggapi masalah tersebut maka beberapa admin grup RFC mengelurkan pemberitahuan sebagai sikap yang sebagai berikut,

  1. Bahwa RFC tidak mempermasalahkan penggunaan unit PO. RAYA karena manajemen sudah mengatur agar tidak mengganggu jadwal keberangkatan reguler.
  2. Kembali jika membaca aturan Grup RFC poin no. 5 bahwa “Tidak dibenarkan memposting bisnis diluar kegiatan RFC (Original Merchandise RFC), seperti mencari karyawan, menawari produk, MLM dll” maka kami berhak menghapus jika ada hal tersebut KECUALI pihak rombongan berbicara kepada admin akan hal tersebut diberitakan di grup seperti menyediakan unit sendiri. Karena grup ini memiliki admin. Karena ini menyangkut grup RFC jika ada sesatu hal dikemudian hari yg merugikan RFC atas hal tersebut.
  3. Jika rombongan sudah dari awal menyatakan memblok satu unit bus PO.RAYA maka rombongan tersebut sudah bertanggung jawab atas kuota tersebut. Kami menghimbau jika menambah kuota tidak di grup ini karena itu adalah bus tambahan bukan reguler yg dijual RESMI oleh agen. KECUALI kembali sifatnya izin terhadap admin untuk mencari kuota di grup ini.
  4. Perihal JUNEX 5 kami tegaskan tidak ada kelas JUNEX 5 resmi dari agen maupun manajemen PO RAYA kecuali dalam kondisi tertentu yg dikeluarkan manajemen.

Kami harap tanggapan atas perihal ROMBONGAN tersebut dapat dimengerti oleh berbagai pihak, Grup ini adalah wadah bagi pelanggan, manajemen, penggemar PO. RAYA.

Terima Kasih,
AD 059 AG
cc Ketua RFC Guntur Ari

Perdebatan

Nah beberapa tanggapan dari kedua belah pihak tersebut, yang menjadi perdebatan khususnya point ke 3 dan 4 hingga membuat suasana makin memanas.

Rombongan PJKA tetap menganggap bahwa apa yang sudah dilakukan tidak melanggar aturan perusahaan karena dan menawarkan tiket untuk memenuhi quota juga sah-sah saja.

Dan menganggap bahwa penggemar/mania PO tersebut seolah-olah seperti owner bus tersebut, padahal kalau busnya laris perusahaan juga untung.

Rombongan PJKA juga menyatakan bahwa mereka bukan sebagai penjual tiket (Calo) karena memang tujuannya hanya memberikan informasi bahwa ada bus yang memiliki kursi kosong barang kali ada yang ingin ikut bergabung.

Baca: Tiket Bus Raya Jakarta – Solo dan Kontak Agen Resmi PO. Raya Lengkap

Namun dari pihak grup RFC beranggapan bahwa jika ingin menawarkan sesuatu / berjualan harus menghubungi admin grup tersebut agar tidak terjadi beda tafsir penjual tiket resmi atau tidak.

Dan jika pihak rombongan ingin melakukan booking bus tambahan sebaiknya siap menanggung satu bus dan tidak menawarkannya kedalam grup RFC agar tidak membingungkan anggota lain.

Karena pihak RFC menyatakan bahwa, “jika ingin menawarkan sesuatu pihak grup RFC siap memfasilitasi dengan PO. Raya namun ada istilah “ungah ungguh” / permisi dahulu”.

Menurut anggota RFC kenapa harus permisi dulu, agar anggota yang lain tidak bingung apakah ini penjual tiket resmi atau tidak, karena RFC menjaga nama baik komunitas tersebut.

Kemudian untuk armada tambahan JUNEX 5, anggota RFC ingin meluruskan bahwa Tidak Ada JUNEX 5 karena untuk bus reguler hanya ada JUNEX 4 dan agar penumpang lain tidak bingung mengenai JUNEX 5.

Kesimpulan : Damai Yuk Naik Bus Raya

Karena kesalahpahaman ini sehingga perdebatan tidak berhenti di grup facebook RFC.

Update [Edited]:

  • Informasi terbaru dari RFC dan Karyawan PJKA sepakat untuk melakukan pertemuan untuk menyelesaikan kesalahpahaman.
  • Selanjutnya pihak komunitas juga sudah secara reguler melakukan koordinasi rutin setiap 3 bulan sekali dengan pihak Managemen PO. Raya.
  • Jadi secara keseluruhan semua pengguna setia bus Raya kembali bersalaman dan tetap memilih menggunakan angkutan bus sebagai sarana paling nyaman.

Karena banyaknya berbagai pengguna bus tentunya operator menyediakan berbagai macam layanan dan PO. Raya adalah salah satu operator yang tetap konsisten memberikan banyak pilihan fasilitas.

Nah jadi apakah masih males naik bus ? Yuk dimulai dari kita untuk lebih aktip menggunakan angkutan umum khususnya bus, karena hal ini juga ikut serta dalam mengkampanyekan gerakan Ayo Naik Bis.

Dan sebaiknya Anda membaca informasi tentang sejarah atau profil operator bus di Indonesia.

Untuk kedepannya semoga antar pengguna yang tergabung dalam grup atau tidak dapat lebih mudah mendapat informasi dan terbantu dengan adanya komunitas.

Karena faktanya grup disosial media itu tetap penting, karena grup merupakan wadah paling mudah bagi siapapun untuk mencari informasi.

Jadi ketika terjadi keluhan, atau keributan-keributan pihak PO dapat langsung menanggapi agar tidak melebar.

Komunitas atau grup-grup yang dibuat bertujuan untuk mempermudah memberikan informasi, dan apakah ada lebih suka mencari informasi dalam grup ?

Jika Anda membutuhkan informasi tambahan bus-bus Indonesia silakan baca artikel dibawah ini, dan jika membutuhkan informasi agen atau profil yang belum tersedia silakan tinggalkan komentar.

Informasi Bus Lainnya

Sewa Bus Pariwisata Murah Terpercaya : Market Place

Sumber: RFC dan Rombongan NN

Gambar Gravatar
Berbagi untuk Negeri Hubungi kami : Email ; Info@ayonaikbis.com Twitter : @ayonaikbiscom Instagram : @ayonaikbiscom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.