Bus tingkat

Lagi-lagi Bocor Foto Bus Tingkat Morodadi Prima

Posted on
No ratings yet.

Ayonaikbis.com – Bocor lagi foto bus tingkat Morodadi Prima yang memang sudah lama diam-diam sedang membuat bus tingkat untuk salah satu PO ternama yaitu OBL.

Mengapa hal ini sering terjadi di dikaroseri yang sedang membuat sebuah prototype ? Ya mungkin salah satunya kurangnya pengawasan.

Foto-foto bus double decker buatan karoseri asal Malang ini, sudah banyak beredar di sosial media khususnya facebook.

Namun disini kami TIDAK akan membagikan foto bus tingkat karoseri Morodadi Prima tersebut, melainkan ingin sharing mengapa kasus ini sering terjadi.

Dari pengalaman kami di dunia karoseri, banyak faktor yang menyebabkan foto prototype bus bisa menyebar dengan cepat didunia maya sebelum official launching, antara sebagai berikut.

Karoseri Belum Memiliki Ruang Khusus Prototype

Jadi bukan salah karoseri jika belum memiliki ruang khusus produksi unit yang masih dalam tahap pengembangan.

Karena memang untuk menyediakan ruang khusus tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar.

Nah jika unit prototype masih bisa dilihat oleh orang yang tidak berkepentingan tentunya akan mengundang rasa penasaran.

Biasanya jika karoseri belum memiliki ruang khusus, unit tersebut akan diproduksi bersama dengan unit-unit reguler yang memungkinkan pihak luar atau orang dalam yang tidak berkepentingan ingin memotret unit tersebut dan menyebarkannya.

Pengawasan Ruang Produksi Prototype Masih Lemah

Biasanya disebuah pabrik ada aturan-aturan yang diterapkan, diantaranya adalah dilarang memotret apapun yang ada diruang tersebut.

Hal ini sebenaranya bukan hanya sekedar tidak boleh mengambil gambar tapi juga dilihat dari segi keamanan ruang kerja dilokasi tersebut.

Sebagai contoh ruang tersebut memang banyak bahan kimia atau gas yang mudah terbakar, nah sehingga dilarang untuk menggunakan handphone yang dikhawatirkan menimbulkan percikan listrik yang dapat menyulut kebakaran.

Semua Orang Punya Smartphone

Perkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan hampir semua orang saat ini memiliki smartphone yang tentunya dilengkapi kamera.

Ya karena semua orang memiliki alat tersebut tentunya sangat mudah sekali jika untuk mengambil gambar dari sebuah bus yang akan menjadi produk baru dari karoseri tersebut.

Setiap orang tentunya selalu ingin mengabadikan sesuatu yang menurutnya unik, menarik atau hal-hal baru.

Nah karena hal tersebutlah maka saat ini mudah sekali untuk mendapatkan gambar unit yang masih dalam pengembangan jika aksesnya terbuka.

Ingin Eksis di Sosial Media

Jaman sekarang banyak orang ingin dianggap eksis dan terlihat serba tau, baik dilingkungannya atau di komunitasnya.

Karena hal tersebutlah yang membuat orang ingin selalu menjadi yang pertama meskipun cara yang dilakukannya mungkin melanggar etika dari peraturan perusahaan.

Dari beberapa kasus yang banyak terjadi dihampir semua karoseri besar di Indonesia tentunya dapat diambil hikmahnya.

Semoga pihak karoseri dan orang-orang yang ada didalamnya juga dapat menjaga etika sebelum unit itu rilis dan diserah terimakan ke pemesan bus tersebut.

Mungkin si pemilik unit tersebut menginginkan kerahasiaan untuk membuat kejutan saat rilis resmi yang sudah di jadwalkan.

Namun jika sudah muncul diinternet tentunya mengurangi rasa wah pada saat perilisannya.

Nah sebaiknya bagi siapa saja yang membaca tulisan ini mari kita menjadi etika kita untuk menunggu hingga produk itu benar-benar sudah resmi atau diserah terimakan kepemiliknya.

Karena biasanya baik karoseri ataupun dari pemilik unit tersebut juga akan mengundang dan mengajak pihak-pihak yang ingin tau lebih detail tentang unit tersebut.

Jadi jika Anda setuju dengan artikel ini silakan Anda bagikan dan tetap menjaga etika.

Foto hanya ilustrasi sumber berbagai media

Please rate this

Gravatar Image
Berbagi untuk Negeri Hubungi kami : Email ; Info@ayonaikbis.com Twitter : @ayonaikbiscom Instagram : @ayonaikbiscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.