Kaos JamNas Bismania

Ayonaikbis.com – Sistem keselamatan bus adalah hal paling utama dalam berbagi hal khususnya dalam kendaraan yang membawa manusia, jadi sebaik apa pun dan semahal apa pun harga bus itu dibuat tetapi jika tidak aman maka tidaklah ada artinya.

Nah oleh karena itu agar sebuah bus dikatakan terbaik jika sudah memenuhi standar keselamatan yang diatur dalam regulasi pemerintah disetiap negara dan hampir semua karoseri besar di Indonesia sudah mengikuti aturan pemerintah tersebut juga standar body builder yang ditetapkan dari ATMP.

Berikut ini kami akan membahas sedikit informasi teknologi terbaru tentang lima sistem keselamatan  bus yang ada meski tidak semua sistem ini berlaku untuk bus-bus di Indonesia namun bisa dijadikan tambahan infomasi mengenai sistem keselamatan bus di Indonesia mendatang.

BACA JUGA :  Jangan Nodai Komunitas Penggemar Bus

ABS : Antilock Brake System

ABS atau Antilock Brake System adalah teknologi keselamatan bus yang disematkan dalam sistem pengereman sebuah kendaaran. ABS sendiri merupakan sistem pengereman pada kendaraan agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras. Nah dengan teknologi ABS ini pastinya kendaraan akan lebih aman jika terjadi pengereman secara tiba-tiba.

Sebagai contoh jika bus sedang melaju dan ingin mendahului kendaraan lain tetapi dari arah yang belawanan ada kendaraan lain yang melaju kencang (istilah bismania : Ngeblong) maka driver akan reflek menginjak pedal rem sehingga terjadi pengereman tiba-tiba dengan teknologi ABS maka sedikit kemungkinan rem bus terkunci yang dapat menyebabkan kecelakan.

BACA JUGA :  Tiga Bus Terbaru PO EKA Karoseri Morodadi Prima

Keselamatan bus

ABS – Anti Lock Brake System

EBS : Electronic Braking System

Keselamtan bus yang lain adalah sistem pengeraman elektornik yang dapat berkerja bersama dengan ABS (Antilock brake system) dimana EBS berkerja untuk mengontrol setiap tekanan yang bervariasi yang nantinya akan didistribusikan ke masing-masing roda tergantung dari kondisi jalan, kecepatan, muatan dan lainnya. EBS dapat merespon dengan cepat jika terjadi pengeraman tiba-tiba, hal ini berkerja dengan meneruskan tekanan pedal rem secara eletronik untuk membantu tarikan rem dan juga dapat menghemat bahan bakar.

BACA JUGA :  Scania Marcopolo Dijual Di Singapura

Keselamatan bus

EBS : Electronic Braking System

ESC : Electronic Stability Control

Sesuai namanya Electronic Stability Control berarti ini merupakan teknologi komputerisasi keselamatan untuk meningkatkan stabilitas kendaraan dengan mendeteksi hilangnya kontrol kemudi dan secara otomatis ESC akan mengatur rem untuk membantu “mengarahkan” kendaraan ketika pengemudi lepas kendali.

Pengereman secara otomatis akan diterapkan untuk  tiap masing-masing roda, seperti roda depan akan dikontrol untuk melawan oversteer atau roda belakang akan dikontrol untuk melawan understeer. Beberapa sistem ESC juga akan mengurangi tenaga mesin ketika kendaraan lepas kendali hingga posisi stabil maka tenaga mesin akan kembali seperti semula. Menurut Asuransi Institute for Highway Safety dan Highway Traffic Safety Administration Nasional AS, sepertiga dari kecelakaan fatal bisa dicegah dengan adanya ESC ini.

BACA JUGA :  Jasa Desain Livery Bus Dan Minibus

Keselamatan bus

ESC : Electronic Stability Control

ACC : Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control biasa disebut juga autonomous cruise control atau radar cruise control adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengatur kecepatan kendaraan secara otomatis ketika dalam posisi terlalu dekat dengan kendaraan yang ada di depannya. Adaptive Cruise Control dilansir akan menjadi kunci komponen teknologi kendaraan masa depan (smart vehicles).

BACA JUGA :  Foto Bus Terbaru City Pilot

Keselamatan bus

ACC : Adaptive Cruise Control

LDWS : Lane Departure Warning System

Sistem keselamatan bus selanjutnya adalah Lane Departure Warning System adalah sebuah alat berupa kamera yang diletakan di bagian depan atau bisa juga di spion bus yang berfungsi untuk mendeteksi garis marka jalan. Jadi teknologi komputasi ini akan mendeteksi ketika bus mulai keluar dari jalurnya dan sistem ini akan memberikan peringatan bisa berupa suara atau tanda di bagian panel dashboard. Jadi ketika pengemudi mulai ngantuk atau mabuk kendaraan akan melaju keluar jalur dan sebelum ini terjadi sistem akan memperingatkan pengemudi bus tersebut diharapkan dapat segera mengemudikan kendaraan ke jalur yang benar.

BACA JUGA :  Konfigurasi Kursi Teater Pada Scania Irizar

Keselamatan bus

LDWS : Lane Departure Warning System

Tetapi pertanyaannya bagaimana jika kondisi jalan di Indonesia tidak semuanya memiliki garis marka dan juga karakter supir bis di Indonesia yang suka ngeblong ? 😀

Nah itu tadi lima sistem keselamatan dan keamanan yang sudah ada didalam bus-bus terbaru saat ini sebagai contoh untuk chassis Mercedes Benz OH 2542 sudah memiliki beberapa fitur keselamatan di atas.

Dari beberapa fitur keselematan di atas manakah yang menurut Anda paling menarik dan ingin mengetahuinya lebih dalam ? silahkan tuliskan request Anda disini. Jangan lupa untuk bergabung bersama kami dan mengkampanyekan gerakan Ayo Naik Bis.

Comments

comments