Solar B30 Strainer

Solar B30 Akan Aman Pada Mesin Diesel Pakai Strainer

Diposting pada

Solar B30 adalah bahan bakar yang memiliki kandungan minyak kelapa sawit 30%, namun sering terjadi masalah pada filter bahan bakar nah berikut solusinya.

Program pemerintah untuk kendaaran bermesin diesel saat ini wajib menggunakan biosolar yang biasa di kenal dengan B30.

Solar B30

Biosolar sendiri adalah campuran dari minyak solar dengan minyak sawit yang memiliki kandungan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) komposisi 70:30.

Biosolar ini memiliki keunggulan pada Cetane Number atau CN 41 sedangkan solar biasa memiliki CN 48, dengan campuran diatas maka Biosolar akan memiliki nilai CN yang lebih baik.

Sebagai informasi bahwa semakin tinggi niali Cetane Number maka bahan bakar tersebut akan mudah terbakar.

Baca : Cara Kerja Common Rail

Masalah Penggunaan Solar B30

Namun dengan penggunaan B30 pada mesin diesel akan terjadi kendala pada kendaraan antara lain:

  • Lifetime filter bahan bakar lebih rendah, karena akan banyak endapan seperti gel, sehingga operator harus sering mengganti / membersihakan filter.
  • Tidak dapat disimpan terlalu lama karena akan mengendap. Solar biasa dapat dismpan sekitar 5 bulan sedangkan biosolar sekitar 3 bulan.

Sifat hygroscopic (mudah menyerap air, sehingga bakteri dapat tumbuh dan muncul semacam lumpur pada tangki bahan bakar.

Kerena solar bercampur ‘lumpur’ inilah yang membuat kendaraan mogok lantaran material lumpur menyumbat aliran solar ke mesin.

Solusi Penggunaan Solar B30

Ayo Naik Bis
Ikuti Saya
Tidak menemukan yang Anda cari ? Coba tuliskan disini !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.