Tipe suspensi udara wide atau lebar ini menjadi pilihan dan banyak di implementasikan pada bus Indonesia berbodi tinggi, untuk bus dengan ketinggian 3,75 meter hingga 4 meter (double decker).
Keunggulan dari tipe ini adalah membuat bodi bus lebih stabil karena posisi balonnya bagian belakang lebih lebar mendekati roda, sehingga titik topangnya lebih baik dalam kestabilan.
Kekurangan dari tipe Wide Air Suspension adalah dari segi harga yang jauh lebih mahal dari tipe narrow.
Nah beberapa operator bus di Indonesia pun banyak yang melakukan modifikasi pada bus yang sebenarnya belum menggunakan suspensi udara.
Tipe sasis yang banyak dimodifikasi adalah HINO RK8 atau R260 yang diganti menggunakan Air Suspension tipe wide agar dapat menggunakan bodi dengan tinggi 3,9 meter.
Karena dari HINO sendiri untuk pasar Indonesia hanya menyediakan tipe HINO RN285 dan HINO RM380, namun jika memilih tipe RM380 tipe ini masih jarang di Indonesia dan tentu harga masih mahal.
Solusi murahnya agar dapat menggunakan bodi tinggi tentu memilih HINO Rk8 kemudian dengan mengganti suspensi per daun dengan suspensi udara.
Namun dengan adanya modifikasi oleh operator pada suspensinya tentu garansi suspensi akan hangus.
Nah itu tadi sekilas mengenai perbedaan dari kedua tipe suspensi udara pada bus, apakah ada pendapat lain ? silakan tinggalkan komentar.
Baca Juga Informasi menarik berikut ini:
Page: 1 2
Inilah rekomendasi bus Jakarta - Jepara yang nyaman dengan banyak pilihan kelas dan bisa pesan…
Bus Kalingga Jaya untuk perjalanan dari wilayah Tangerang, Jepara, Semarang dan Jabodetabek bisa pesan tiket…
Ayonaikbis.com – Inilah daftar kontak agen bus Mahardhika untuk berbagai lokasi di Jawa Tengah, Jogja,…
This website uses cookies.
Read More