Kaos Bus Ayo Naik Bis

Ayonaikbis.com – Berbagi kursi bus tidak semua orang bisa melakukannya dan peduli dengan sesama, bahkan para penggemar bus pun belum tentu juga mau berbagi kursi bus dan peduli meski mereka paham dengan berbagai merk chassis bus, model bus terbaru, nama-nama bus terbaru buatan karoseri di Indonesia dan luar negeri dan mereka juga yang hampir tiap minggu touring naik bus, jago foto bus dari berbagi sudut bus atau mereka sang pemburu klakson bus telolet si tololet mania dan juga pemburu lampu dim dari bus dan yang paling gila lagi yaitu sang pemburu bus ngeblong yang merasa bangga dengan PO-PO pemberani melawan arus yang merupakan adegan berbahaya yang mungkin ayonaikbis.com menyebutnya sang ngeblong mania.

Baca Juga : Harga Tiket Bus PO. EKA, Harga Tiket Bus Haryanto dan Daftar Agen Putra Remaja

Tapi apalah artinya jika kita semua melabeli diri sendiri dengan berbagi atribut tentang bus tapi fakta di lapangan tidak ada hal positif yang dapat kita berikan. Sebagai contoh ketika Anda berada dalam bus kota atau Transjakarta tidak jarang kita menemui ibu-ibu hamil, orang lanjut usia dan beberapa sodara kita penyandang cacat. Dan pada saat bus tersebut penuh ibu-ibu hamil, orang tua lanjut usia dan penyadang cacat harus berdesak-desakan dan terpaksa harus berdiri di dalam bus, sedangkan beberapa dari kita dengan tenang duduk di kursi yang nyaman tanpa melakukan apa-apa.

BACA JUGA :  Harga Bus Pariwisata Makassar

Kali ini ayonaikbis.com membagikan sebuah video seekor monyet yang merelakan tempat duduknya di dalam bus untuk nenek-nenek lanjut usia. Silahkan disimak video tersebut mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita “manusia”.


Setelah menyimak video tersebut apakah Anda masih bangga sebagai penggemar bus yang hanya melihat bus dari sisi kecepatan ngeblongnya, klakson teloletnya dan berbagai antribut yang Anda kenakan ?
Mulai dari sekarang jadilah pelaku perubahan Ayo Naik Bis NO Ngeblong dan siap berbagi kursi bagi yang membutuhkan, jika Anda setuju silahkan komentar dan bagikan artikel ini.

Sumber: Pendidikan Karakter

Comments

comments