Kaos Bus Ayo Naik Bis

Ayonaikbis.com – Scania adalah perusahaan besar dari Swedia yang sedang naik daun di Indonesia, terbukti dengan bermunculan bus-bus dengan chassis premium Scania Opticruise transmission seri K 360 IB Opticruise dan K 410 IB Opticruise.

Nah apa itu sebenarnya opticruise transmission yang menjadi andalan dari pruduk-produk Scania saat ini dan apa keunggulannya, sehingga membuat Scania banyak diminati Perusahaan Otobus di Indonesia, mari simak selengkapnya.

Berikut ini adalah fakta yang menunjukan bahwasanya keausan meningkat di dalam kendaraan ketika ada banyak driver atau pengemudi yang memiliki karakter berbeda dalam mengemudikan kendaraan. Misalnya saja beberapa driver memiliki cara yang bermacam-macam pada saat memindahkan gigi presneling, ada driver yang suka dengan cepat menarik kopling dan menindahkan gigi ada juga yang lambat dalam menarik kopling, tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap keausan.

Scania Opticruise teknologi yang telah dipatenkan dan diluncurkan pada tahun 1995,  berfungsi sebagai sistem gearchanging otomatis pada gearbox manual. Dibandingkan dengan gearbox otomatis konvensional, efisiensi opticruise lebih tinggi dengan gearbox mekanik.

BACA JUGA :  Bus Terbaru Harapan Jaya Tentrem SHD

Opticruise akan mengatur dan memilihkan posisi gigi yang tepat sehingga penggunaan bahan bakar yang optimal dan ekonomis selain itu teknologi ini telah membantu penghematan bahan bakarc sebesar 10 persen.

Dengan Opticruise perpindahan gigi akan dilakukan dengan tepat dan dengan Opticruise dapat menghemat kopling karena pemilihan gigi awal yang benar.

Bukti lain menunjukkan bahwa driver mengemudikan bus mereka lebih tenang dan konsisten dengan Opticruise,
dan selain itu menghemat bahan bakar, ramah lingkungan, pengematan ban dan rem  serta keselamatan pengemudi meningkat.

Scania opticruise

Tuas Scania Opticruise

Kontrol Scania Opticruise terletak pada tuas di kolom kemudi, yang juga mengontrol Scania Retarder (sistem rem tambahan), jika dipasang.

Dalam mode otomatis, Opticruise akan memilih gigi yang terbaik. Pedal kopling hanya digunakan untuk memulai dan berhenti sehingga dapat mengurangi jumlah operasi kopling hingga 95 persen.

Manfaat lain dari Opticruise adalah tidak ada lagi tuas transmisi di tengah-tengah lantai, sehingga memberikan ruang yang lebih bebas sebagai akses.

BACA JUGA :  Spesifikasi Dan Harga Bus Evolander SHD

Keunggulan Scania Opticruise :

  • Mengurangi keausan pada kendaraan
  • Efisiensi bahan bakar yang lebih baik
  • Meningkatkan keselamatan pengemudi  dan penumpang.

Bagaimana transmisi Opticruise berkerja :

Fungsi Scania Opticruise didasarkan pada perangkat lunak yang canggih dimana perangkat ini yang akan menyesuaikan torsi roda gila menurut sensor kecepatan yang terletak pada roda, mesin dan gearbox.

Setiap informasi dari masing-masing sensor menunjukan tentang massa truk/bus dan apakah dalam kondisi mendaki atau turun bukit.

Scania opticruise

Scania Opticruise Eletro Hydrolic

Melalui perhitungan matematis yang canggih secara real time, Opticruise tahu kapan  waktu yang tepat untuk jalan dengan torsi rendah saat mesin dalam kondisi nol dan kapan saat yang tepat untuk melepaskan gigi dengan bantuan perangkat pneumatik, dan kemudian software akan menyesuaikan kecepatan mesin untuk perpindahan gigi berikutnya.

Keuntungan utama dari Scania Opticruise adalah perhitungan gigi yang paling cocok selama penggunaan sesuai dengan parameter yang didapat dari sensor-sensor agar dapat memberikan energi maksimum yang lebih efisien.

Dengan sebanyak 14 gigi pada truk/bus, sering terjadi bahwa pengemudi melewatkan beberapa posisi gigi dan menggunakan pedal gas untuk mengatur putaran mesin untuk mendapatkan kecepatan yang cocok untuk memindahkan gigi.  Tapi dengan Opticruise, perubahan gigi dioptimalkan dan memungkinkan konsumsi bahan bakar lebih hemat.

Transimis otomatis Scania Opticruise sudah melalui beberapa kali perkembangan dan berikut ini adalah fitur baru yang sudah di perbaiki dalam opticruise seri terbaru.

BACA JUGA :  Review - Evolander SHD New Armada Bernuansa Bus Eropa

  • Sistem transmisi otomatis yang terbaru dengan penyempurnaan sistem kopling konvensional yang menggunakan pedal kopling.
  • Model sistem transmisi otomatis pada opticruise dikontrol menggunakan sistem electro-hydraulic presisi tinggi.
  • Mode manoeuvering memberikan kehalusan dalam mengontrol mesin dan terutama akselereasi awal dengan mengontrol sistem pengontrolan kopling yang baik. Hal ini dapat dirasakan ketika kendaraan memasuki kapal feri atau penyebrangan.
  • Dengan opticruise terbaru perpindahan gigi lebih halus dan cepat, sehingga meminimalisir hentakan seperti transmisi otomatis konvensional.
  • Proteksi elektronis yang komperhensif, sehingga penggunaan kampas kopling seminimal mungkin dan tentunya lebih awet.
  • Scania Opticruise dapat disandingkan dengan Gearbox 8 dan 12 kecepatan, lebih flesibel untuk dikombinasikan dengan pilihan mesin yang tersedia.
  • Hill Hold : memudahkan pengemudi untuk mengatur momentum tenaga yang diperlukan ketika  dalam kondisi menanjak.
  • Dengan opticruise tidak perlu khawatir kehilangan tenaga/power saat dalam kondisi menanjak karena sistem perpindahan gigi terbaru mengupayakan penurunan gigi secara awal jika dibutuhkan saat menanjak.
  • Adaptasi perpindahan gigi secara otomatis mengikuti karakter pengemudi dalam mengemudiakn bus atau truk.

Semua kontrol Scania Opticruise terletak dalam satu tuas, berikut penjelasannya.

Scania Opticruise

Tuas Scania Opticruise

Indikator gigi pada layar:

Scania Opticruise

Display indikator

  • R : Reverse,
  • A : otomatis
  • M : manual
  • AP, MP: Mode automatic / manual
  • Huruf diikuti oleh gigi yang sedang di gunakan tampail pada layar, misalnya A12, M12, AP9, MP9.
  • N:  Netral
  • Gigi berikutnya ditunjukkan dalam mode A dan P.
  • Mode Manoeuvering yang ditunjukkan dengan huruf ‘m’ setelah gigi yang digunakan, misalnya A1M

Cara pengoprasian Retarder pada Scania Opticruise:

Scania Opticruise

Tuas Opticruise

Hill-hold (Menahan kendaraan dalam posisi jalan menanjak)

  • Fitur ini bekerja saat menanjak dan menurun.
  • Ketika posisi stasioner, rem roda akan tetap digunakan sekitar tiga detik ketika mengangkat kaki dari pedal rem (peringan audio dan visual akan aktif sebagai warning).
  • Ketika menekan pedal gas, Hill-hold tidak akan melepaskan pengereman ini hingga torsi yang dibutuhkan cukup untuk mencegah kendaraan  mundur karena kekurangan tenaga.

Nah untuk memperjelas mengenai transmisi opticruise silahkan simak dua video dibawah ini:

BACA JUGA :  Bus Terbesar di Dunia TEB-1 Menjadi Nyata


BACA JUGA :  Bus Engkel SHD Ala Karoseri Agustus
Dan ini video pengoprasian Scania Opticruise pada truk:

Jadi secara garis besar bus-bus terbaru dengan teknologi opticruise ini sangat baik di gunakan untuk jarak jauh apa lagi dengan rute perjalanan naik turun melewati bukit dan berkelok.

Diharapkan dengan hadirnya teknologi ini penumpang merasakan kenyamanan karena bus dapat melaju perpindahan gigi bus yang terasa halus, begitu pula bagi operator bus (PO) dapat mendapat keuntungan dengan penghematan bahan bakar serta kampas kopling yang lebih awet dan pastinya mengurangi biaya operasional.

Jadi tidak heran saat ini banyak bus-bus terbaik di Indonesia seperti PO Putera Mulya dengan model double deckernya menggunakan scania K410Ib Opticruise.

Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita dan jangan ragu untuk membagikan aktiket ini.

Sumber: Scania dan Youtube

Comments

comments